Aku masih di sini
Dengan debur ombak yang membawa kenangan menepi
Membawa risalah yang tak usai kumengerti
Probolinggo, Maret 2020
Dan biarkan aksara-aksaraku menatap dalam keabadian. Biarpun raga dimakan ulat-ulat tanah, aksaraku tetap melangit
“Nggak semua cowok nyatain perasaannya lewat kata-kata.” –Hal. 113
“Tuhan nggak mungkin salah mengatur pertemuan kita. Mengatur semesta saja mudah bagi Tuhan, apalagi mengatur pertemuan kita.” –Hal. 283
“Bisa dan Suka itu dua hal yang berbeda.” –Hal. 140
“Kita memang berhak suka sama siapa saja dan berusaha menentukan jalan hidup kita sendiri. Tapi bagaimanapun kita nggak bisa menghindari takdir kita sendiri.” –Hal. 290
“Mendapat beasiswa bukan sekadar kita mendapatkan pendidikan tanpa mengeluarkan biaya. Beasiswa juga pengakuan dari negara atau intitusi atas kemampuan kita.” –Hal. 260
“Kalau cinta, seklise apa pun kedengerannya, akan menyadarkannya.” –hal. 129
“Atau mungkin lo lebih familier dengan istilah kepribadian ganda.” –hal. 119
“Karena kebaikan akan terus datang pada hati yang membuka.” –Hal. 80
“Yang mengatasi ketakutanmu, hanyalah dirimu sendiri.” –hal. 82
“Selama ada harapan dan cinta, hidup akan berkeriap selama-lamanya.” Hal- 334
“Manusia adalah makhluk yang mempunyai daya tahan dan kekuatan luar biasa. Tapi kesepian adalah virus yang sungguh mematikan.” –Hal. 330
“Dalam kegelapan, kita akan selalu percaya pada orang yang menyelamatkan kita. Jangan terlalu percaya pada apa yang kita lihat. Percayalah pada apa yang kamu rasakan.” –Hal. 157
“Mungkinkah seorang wanita bisa tak berhenti mencintai, meski telah diperlakukan dengan buruk oleh pria yang dicintainya.” –Hal. 199
“Jangan pernah nikah sama laki-laki karena kasihan atau karena kamu nggak tega nolak.” –Hal. 212
Radar Madura, 16 Maret 2020 Menerima Takdir dan Belajar Kesabaran dari Cobaan Judul : Ikan Kecil Penulis...