Ombak
:tepian laut Asa
Bagaikan ombak yang menderu
Menubruk batuan dengan sangat kasar
Bising-bising yang mulai memekin telinga
Menggigilkan tubuh dengan hembusan asa
Cinta yang Hilang
:Kekasih Pecundang
Dia pecundang dalam rasa
menari dalam benak lantas hilang
kecup, peluk pun bahkan hambar
ia genggam benang merah lantas putuskan
bersua dengan melodi-melodi bangsat yang sangat manis
beralibi baik dan tak ingin bersama
hilang bagaikan buih pada renjana
Puisi tak Berjudul
:Pada bait tak bertuan
Bait-bait tak bertuan
menari dalam angan yang melambung
hilan terhempas pada asa yang kuat
imaji-imaji yang merembes pada tampias hujan
hilang hingga semua menghilang
Dan biarkan aksara-aksaraku menatap dalam keabadian. Biarpun raga dimakan ulat-ulat tanah, aksaraku tetap melangit
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Resensi Novel Ikan Kecil
Radar Madura, 16 Maret 2020 Menerima Takdir dan Belajar Kesabaran dari Cobaan Judul : Ikan Kecil Penulis...
-
Dok. Radar Mojokerto, 2 Februari 2020 Ketangguhan Para Anak Badai Judul : Si Anak Badai Penulis ...
-
Doc. Radar Cirebon, 25 Mei 2019 Info. Faris al Faris Mengulik Romantisme dan Persahabatn Gusti Judul : Gusti...
-
doc. Kabar Madura, 10 Oktober 2019 Sumber. Anam Misteri Kota Dudleytown dan Biola Tua Judul : Knock! Knock! ; ...

No comments:
Post a Comment